
Di era modern ini, banyak pekerjaan menuntut seseorang untuk duduk berjam-jam entah di depan komputer, di balik meja administrasi, atau saat berkendara. Meski terlihat tidak melelahkan, kebiasaan duduk berjam-jam ternyata berbahaya bagi kesehatan. Jika dilakukan terus-menerus tanpa diselingi aktivitas fisik, hal ini dapat memicu berbagai penyakit kronis yang serius di kemudian hari.
Mengapa Duduk Terlalu Lama Berbahaya?
Saat tubuh terlalu lama dalam posisi duduk, peredaran darah melambat dan metabolisme menurun. Akibatnya, tubuh tidak membakar kalori dengan optimal, dan tekanan pada otot serta tulang belakang meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti:
- Nyeri punggung dan leher.
Duduk dengan posisi yang tidak ergonomis membuat otot punggung tegang dan tulang belakang melengkung tidak alami. - Obesitas dan sindrom metabolik.
Kurangnya pergerakan membuat tubuh menimbun lemak lebih banyak, meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta kolesterol tinggi. - Penyakit jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 8 jam per hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibanding mereka yang aktif bergerak. - Gangguan pembuluh darah.
Duduk lama dapat menghambat sirkulasi darah di tungkai bawah, menyebabkan pembengkakan, varises, bahkan risiko penggumpalan darah (trombosis vena dalam). - Menurunnya konsentrasi dan produktivitas.
Duduk terlalu lama juga membuat aliran oksigen ke otak berkurang, sehingga menyebabkan kantuk, lelah, dan sulit fokus.
Cara Mengurangi Risiko Akibat Duduk Terlalu Lama
Meski pekerjaan menuntut untuk duduk lama, kamu tetap bisa mengurangi dampaknya dengan kebiasaan sederhana berikut ini:
- Bangun dan bergerak setiap 30–60 menit.
Lakukan peregangan ringan, berjalan ke dispenser, atau sekadar berdiri beberapa menit untuk melancarkan peredaran darah. - Gunakan meja kerja ergonomis.
Pastikan tinggi meja dan kursi sesuai posisi tubuh agar punggung dan leher tidak cepat pegal. - Lakukan olahraga ringan di sela waktu kerja.
Gerakan kecil seperti menggoyangkan kaki, memutar bahu, atau mengangkat tumit bisa membantu mencegah kekakuan otot. - Gunakan tangga daripada lift bila memungkinkan.
Aktivitas sederhana ini bisa membantu menjaga kebugaran jantung. - Jaga pola makan dan hidrasi.
Minum air putih cukup dan hindari camilan tinggi gula saat bekerja duduk.
credit foto: istimewa
